Makna Ayah Bagi Anaknya  

 MaknaAyah Bagi Anaknya

Heman Elia, M.Psi.

 

Suatu hari Ami yang berusia lima tahun bertanya kepada ibunya,”Kenapa sihmama harus punya papa? Mama kan bisa kerja sendiri dan melahirkan anak?”Pertanyaan Ami ini menyentak ibunya dan membuat sang ibu tercenung lama. Iasama sekali tidak menyangka Ami yang masih belia dapat mengajukan pertanyaanyang sedemikian menusuk sanubarinya. Ya, kenapa harus ada papa? Selama ini tohAmi dan mama bisa hidup berdikari tanpa ayah.

Bila pertanyaan Ami tercetus dari sebuah keluarga yang harmonis, tentusenyumanlah yang tersungging di bibir sang ibu. Namun justru tetesan airmatalah yang ditahan sang ibu karena memang sang ayah tidak menjalankan fungsikeayahannya. Sama seperti kebanyakan keluarga masa kini, ayah Ami berangkatbekerja sejak pagi dini hari dan pulang ketika Ami telah tertidur. Sang ayahjuga sering keluar kota berhari-hari. Bahkan pada hari Sabtu dan Minggu punsang ayah penuh dengan aktivitas di gereja. Semua urusan kecil dan besar soalanak diserahkan pada sang ibu. Tidak heran bahwa Ami seolah tidak merasakanperlunya kehadiran seorang ayah.

Ketidakpuasan sang ibu terhadap suaminya atas ketidakhadiran sang suamidi rumah tidak mampu dikemukakannya secara langsung dan tuntas. Masalahnya,suami berpendapat bahwa anak sepenuhnya urusan wanita. Tugas ayah adalahmencari uang dan memenuhi kebutuhan materi keluarga. 

Benarkah soal anak adalahurusan ibu? Bila ayah juga mempunyai peran dalam mendidik anaknya, apakahfungsi yang harus dijalankannya? Adakah dampaknya bila anak tidak memperolehpengasuhan dari pihak ayah?

 

Kepala Keluarga yang Mendidik Anak-anaknya

Mari kita simak dulu apa yangdikatakan Alkitab mengenai tugas seorang ayah. Paulus mensyaratkan seorangdiaken yang dipilih untuk melayani jemaat haruslah seorang yang terhormat (1Timotius 3:8), suami dari seorang istri, serta mengurus anak-anak dankeluarganya dengan baik (1 Timotius 3:12). Jadi, seorang ayah padadasarnya memang dituntut untuk mengurus keluarganya dengan baik, dan bukan sekedarbertugas mencari uang semata.

Tampak pula bahwa Paulus menekankan pentingnya mengutamakan keluargasebelum seseorang dipercaya untuk mengurus gereja Tuhan. Nasehat ini sangatmasuk akal mengingat bahwa seorang pelayan Tuhan yang memiliki keluarga dan anak-anakyang baik pasti memiliki kemantapan lebih bila berhadapan dengan permasalahanjemaat. Ayah yang mengurus keluarganya dengan baik juga pasti memperolehdukungan keluarga atas pelayanannya.

Seyogyanyalah seorang ayah yang tidak menjadi diaken juga mengambiltanggung jawab mengurus keluarga dan anak-anak. Persyaratan bagi diaken olehRasul Paulus dengan penekanan khusus pada kehidupan berkeluarga karena diakenmenduduki jabatan strategis dan harus menjadi teladan bagi jemaatnya. Dengandemikian, pendapat bahwa seorang ayah tidak perlu mengurus keluarga dan lebihmengurusi hal-hal di luar rumah merupakan pandangan budaya yang tidakalkitabiah.

Selain itu Rasul Paulus juga memberikan persyaratan bagi penilik jemaat,antara lain bahwa ia haruslah seorang kepala keluarga yang baik, disegani, dandihormati oleh anak-anaknya (1 Timotius 3:4). Paulus memberi alasan bahwa orangyang tidak tahu mengepalai keluarganya sendiri tentu sulit mengurus jemaatAllah. Sekali lagi, sesungguhnya ini adalah sebuah sasaran yang harus dicapaioleh setiap ayah. Ayah merupakan pemegang otorita di dalam keluarga. Untukmencapai keadaan demikian, seorang ayah haruslah meluangkan waktu untukmendidik dan mengajar anak-anaknya.

Bila kita perhatikan, banyak keluarga yang secara de factodipimpin oleh ibu dan bukannya ayah. Semua keputusan diambil oleh ibu. Ayahseolah tidak mau tahu soal anak harus bersekolah di mana, bagaimana denganpelajaran anaknya, perlu tambahan kursus di luar sekolah atau tidak, sakitataukah sehat, dan bagaimana perilakunya. Tragisnya, ketika ibu pun tidak memikul tanggung jawab ini, urusandemikian diserahkan kepada guru privat, pembantu, atau supir. Tidak mudahmembayangkan seberapa parah dampak kondisi demikian bagi anak-anak kita. Kitatentu saja tidak mungkin menuntut pembantu, supir, bahkan guru privat yang kitabayar tinggi sekalipun untuk banyak peduli dengan perkembangan moral dan imananak-anak kita.

Kepala keluarga yang baik dapat diumpamakan sebagai seorang manajer yangbaik di rumah. Seorang ayah seyogyanya mengambil keputusan-keputusan penting,mengatur jadwal dan membagi tugas, memberi peraturan dan menerapkan peraturanitu, juga mengorganisir serta mengawasi keluarganya. Untuk melaksanakantugas-tugas ini, tentunya dituntut tekad, semangat, dan pengorbanan ekstra.

Bagaimana seorang ayah dapat disegani dan dihormati anak-anaknya? Pertama,ayah dihormati kalau hidupnya kudus dan menjadi contoh teladan bagianak-anaknya. Kedua, ayah disegani anak bila ia mendidik anak-anaknya didalam Tuhan.

Berbicara soal mendidik anak,Alkitab menasehatkan demikian, “Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, danjangan menyia-nyiakan ajaran ibumu” (Amsal Salomo 1:8). Tampak jelas dalamnasehat yang ditujukan kepada anak ini, bahwa seorang ayah sudah pasti mendidikanaknya dan anak hendaknya mendengarkan didikan ini. Tugas mendidik anak bagiseorang ayah bukan dilakukan atas dasar dorongan rasa kasihan melihat istrikewalahan mengurus anak-anaknya. Mendidik anak adalah suatu kewajiban yanglangsung melekat ketika seseorang memperoleh predikat ayah. Ketidakseriusanayah mendidik anak bahkan dapat mengundang hukuman Tuhan atas seluruh keluargasebagaimana yang dialami oleh imam Eli.

Bagian lain Alkitab yangberbicara soal keharusan ayah mendidik anaknya adalah sebagai berikut, “Haianakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akanperingatan-Nya. Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, sepertiseorang ayah kepada anak yang disayanginya” (Amsal 3:11-12). Dalam bagian ini,Tuhan dianalogikan sebagai seorang ayah yang mengasihi, dan dengan demikian,mengajar dan memberi peringatan kepada anak-anaknya. Dengan kata lain, seorangayah berkewajiban dan sudah sepantasnya mengajar dan memberi peringatan kepadaanak-anak yang dikasihinya agar mereka senantiasa hidup dalam kebenaran.

Tugas ayah mendidik anaksecara jelas diperintahkan dalam Efesus 6:4,”Dan kamu, bapa-bapa, janganlahbangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalamajaran dan nasihat Tuhan.”

 

Pemenuh Kebutuhan Anak

Bagi seorang anak, hadirnyaayah mempunyai arti yang sangat penting. Kita dapat mengetahuinya dari dampakyang muncul pada anak bila ayah tidak menjalankan fungsinya. Pertama, anak merasakankekosongan dan tidak terarah hidupnya karena tidak ada yang memberi inspirasidan memberikan dorongan untuk mengeksplorasi dunia luar. Seorang penulismelukiskan perbedaan ayah dengan ibu demikian,”Kalau ibu melindungi danmempertahankan, ayah merebut dan membuka jalan untuk berbagai kemungkinan. Setiaphari dia pulang ke rumah dan mewakili kuasa, gengsi, pengetahuan dan aturan. Tidakmengherankan bahwa bagi anak, sang ayah merupakan puncak dari segalakemampuan.” Bila ayah tidak terlibat dalam kehidupan anak, anak akan cenderungkurang mampu menyesuaikan diri dengan dunia luar.

Kedua, berbagai masalah emosi dapat muncul bila ayah tidak hadir dalamkehidupan anak. Suatu studi menemukan kaitan antara ketidakhadiran ayah dengankesedihan yang besar pada anak ketika mereka mencapai usia yang lebih dewasa. Dalampenelitian yang lain, siswa yang tidak memperoleh disiplin, dukungan emosi, dankasih ayah memiliki kemampuan menghadapi stres yang rendah, kurang kontroldiri, dan cenderung menarik diri dari kehidupan sosial.

Ketiga, anak akan kehilangan kepercayaan diri dan rasa percaya padaorang lain bila ayah tidak dapat menjadi model di tengah keluarganya. 

 

 

1.       Pengantar:

a.       Pandangan yangsalah: mengurus anak adalah urusan Ibu

b.      Tanggung jawabayah adalah memenuhi kebutuhan fisik anak

 

2.       Bagi seoranganak, ayah adalah:

a.       Pemegang otoritautama

b.      Sumberperlindungan

c.       Sumber identitaskeluarga

 

3.       Apa yang perluayah lakukan?

a.       Prioritaskankeluarga

b.      Berikan komitmen

c.       Lakukan perintahTuhan

 
  Orang Tua & Anak
  • Koq, Kamu Pikir Gitu Sih?
  • Makna Ayah Bagi Anaknya
  • Membentuk Karakter Anak
  • Salib Kristus dalam Diri Anak-Anak
  •   Pasangan
  • Menantikan Kelahiran Anak
  • 2004, Yayasan Eunike
    Design & Powered by Corpussoft